Ponorogo, SEJAHTERA.CO – Serangan hama wereng yang melanda lahan pertanian di Kabupaten Ponorogo diakui oleh Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (Dipertahankan) setempat. Dari data yang ada sedikitnya 89,79 hektare lahan rusak akibat serangan hama wereng tersebut.
Bahkan jumlah serangan hama wereng tersebut mengalami peningkatan dari awal Juni lalu, yang pada saat itu ada 27 hektare yang terdampak hama musuh petani itu.
Koordinator Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Dipertahankan Kabupaten Ponorogo, Suwarni mengatakan dari jumlah puluhan hektare tersebut 2,6 di antaranya harus mengalami gagal panen atau puso.
Baca Juga :Sekolah Rakyat Mulai 14 Juli 2025, Pemkab Jombang Gelar Rakor Persiapan
Sedangkan sisanya masih bisa bertahan walaupun diujung gagal panen.
“Data kitab yang masuk 2,6 hektare dipastikan puso karena tidak bisa diselamatkan. Sisanya rusak ringan,” ungkap Suwarni, Jumat (11/7/2025).
Suwarni mengakui munculnya hama wereng ini dipengaruhi oleh cuaca di Kabupaten Ponorogo yang kerap tidak menentu.
Ditambah penyebaran hama tersebut tergolong cepat dan ada sembilan kecamatan yang telah melaporkan adanya serangan hama wereng.
“Pertumbuhan wereng meningkat pesat karena kondisi cuaca yang kadang panas kadang hujan,” imbuhnya.



















