Kediri, SEJAHTERA.CO – Dinas Pendidikan menggelar bimbingan teknis (bimtek) strategi efektif pendampingan bagi peserta didik inklusi yang menyasar pendidik taman kanak-kanak (TK) dan tutor Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).
Baca juga:Disdik Kediri Serahkan Hadiah FLS2N 2026, Siapkan Wakil ke Tingkat Provinsi
Pelatihan yang diikuti sebanyak 206 peserta ini berlangsung selama dua hari. Pada hari pertama, materi difokuskan pada deteksi dini anak berkebutuhan khusus (ABK) serta strategi merangkul anak disabilitas. Sementara pada hari kedua, kegiatan difokuskan pada praktik lapangan.
Kepala Dinas Pendidikan, Mandung Sulaksono, menjelaskan bahwa bimtek ini diselenggarakan sebagai upaya menghadirkan layanan pendidikan yang ramah, terbuka, dan mampu menjangkau seluruh anak tanpa membedakan kondisi.
“Menjadi tenaga pendidik bukan sekadar mengajar materi di kelas, tetapi juga memahami karakter dan potensi setiap anak, terutama anak berkebutuhan khusus,” ujarnya, Rabu (13/5/2026).
Mandung menekankan pentingnya pendekatan yang tepat dalam mendampingi ABK, di antaranya dengan kesabaran, empati, dan kasih sayang.
Ia menambahkan, pendidikan inklusif saat ini menjadi salah satu fokus penting dalam dunia pendidikan. Semua pihak memiliki tanggung jawab untuk memastikan setiap anak memperoleh hak pendidikan yang sama.



















