Jombang, SEJAHTERA.CO – Di balik jeruji Lapas Kelas IIB Jombang, terdapat cerita inspiratif tentang kreativitas dan kemandirian yang memukau.
Para Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di sana telah membuktikan bahwa meskipun terbatas dalam ruang dan gerak, mereka tetap mampu mengubah limbah kayu menjadi karya seni yang bernilai ekonomi tinggi.
Kasi Binadik & Giatja Lapas Kelas IIB Jombang, Epa Fatimah, menjelaskan bahwa program pembinaan kemandirian meubel di Lapas Jombang telah melahirkan serangkaian produk seni yang mengagumkan.
“Dari kayu bekas yang semula dianggap tidak bernilai, para WBP berhasil menciptakan berbagai barang, mulai dari kapal layar mini hingga meja dan kursi yang indah,” ungkapnya, Senin (22/4/2024).
Sebagai bagian dari pembinaan kemandirian, lanjut Kasi Binadik & Giatja, WBP di Lapas Jombang mendapatkan pelatihan teknis dan pengembangan kewirausahaan.
“Program kemandirian ini bukan hanya sekadar pelatihan, tetapi juga pembelajaran tentang tanggung jawab dan kemandirian,” beber Epa Fatimah dengan penuh semangat.
Setelah menyelesaikan program pembinaan, menurut Epa, tantangan bagi para WBP tidak berhenti begitu saja. Pemasyarakatan juga memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa keterampilan dan pengetahuan yang diperoleh oleh para WBP dapat terus berkembang dan bermanfaat bagi mereka setelah mereka kembali ke masyarakat.



















