Revolusi ini juga didukung oleh mayoritas rakyat Rusia yang menderita akibat dari pemerintahan Tsar yang korup dan tidak adil.
Sementara itu, G30S tidak mendapatkan dukungan yang luas dari rakyat Indonesia karena banyaknya propaganda anti-komunis yang telah dilakukan oleh pemerintah dan media massa.
Dampak dari kedua gerakan ini juga sangat berbeda. Revolusi Rusia berhasil menciptakan negara sosialis pertama di dunia dan mempengaruhi perkembangan gerakan komunis di seluruh dunia.
Namun, G30S justru mengalami kegagalan dan menyebabkan pembantaian massal terhadap anggota PKI dan simpatisannya.
Selain itu, G30S juga memicu kebijakan anti-komunis yang keras dari pemerintah Orde Baru yang berlangsung selama lebih dari 30 tahun.
Meskipun terdapat perbedaan yang signifikan antara G30S dan Revolusi Rusia, kedua gerakan ini memiliki kesamaan dalam hal tujuan mereka untuk menciptakan masyarakat yang lebih adil dan merata.
Namun, cara yang digunakan oleh kedua gerakan ini untuk mencapai tujuan tersebut sangat berbeda dan mempengaruhi hasil akhir dari gerakan tersebut.
Dari perbandingan ini, kita dapat melihat bahwa sejarah gerakan komunis di Indonesia dan di Rusia memiliki perbedaan yang signifikan.
Namun, kedua gerakan ini juga memiliki kesamaan dalam hal ideologi dan tujuan yang ingin dicapai. Sebagai bangsa yang berdaulat, kita harus belajar dari sejarah dan tidak mengulangi kesalahan yang telah terjadi di masa lalu.
Kita harus memahami bahwa setiap gerakan memiliki cara yang berbeda untuk mencapai tujuan yang sama, dan kita harus menghormati perbedaan tersebut.



















