Mapak 1 Muharram, Warga Mrican Bershalawat Keliling Kampung, Perkuat Kerukunan dan Doakan Keselamatan Kota Kediri

Oplus_131072

Kediri, SEJAHTERA.CO – Suasana khidmat dan penuh kebersamaan mewarnai tradisi Mapak Tanggal 1 Muharam 1448 Hijriah yang digelar warga Kelurahan Mrican, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri.

Ratusan warga dari berbagai unsur masyarakat mengikuti kegiatan sisir kampung (mubeng desa) sebagai bentuk ikhtiar spiritual sekaligus pelestarian tradisi warisan leluhur, pada Senin (15/6/2026) tepat pukul 00.00 WIB hingga Selasa (16/6/2026) pukul 02.00 WIB dini hari.

Kegiatan diawali dengan doa bersama yang dipimpin tokoh agama di Balai Kelurahan Mrican.

Read More

Selanjutnya peserta mengikuti kirab ta’aruf mengelilingi wilayah sejauh kurang lebih 4 kilometer sambil melantunkan shalawat dan doa-doa keselamatan.

Rombongan kemudian kembali ke balai kelurahan untuk mengikuti tumpengan dan ramah tamah.

Baca Juga :Dua Terduga Pelaku Curanmor Diamankan Warga di Prambon, ini Kronologinya

Hadir dalam kegiatan tersebut Camat Mojoroto Abdul Rahman, SH., M.Si., Lurah Mrican Johan Firdaus, Ketua LPMK Trisno Dwinarno, tokoh masyarakat, RT/RW, pemuda, serta masyarakat setempat.

Camat Mojoroto Abdul Rahman mengapresiasi kekompakan warga Mrican dalam menjaga tradisi yang sarat nilai kebersamaan dan spiritualitas tersebut.

“Semoga dengan tahun baru Hijriah 1448 ini kita semua semakin kompak, semakin rukun, dan bersama-sama membangun Kota Kediri agar semakin maju dan mapan,” ujarnya.

Sesuai amanah Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati seluruh elemen masyarakat harus saling mengayomi, menjaga keamanan, dan memperkuat sinergi antara masyarakat, kelurahan, kecamatan, TNI, dan Polri,” ujarnya lagi.

Menurutnya, tradisi sisir wilayah yang dilakukan warga Mrican bukan sekadar kegiatan budaya, tetapi juga menjadi momentum memanjatkan doa kepada Allah SWT agar masyarakat diberikan keselamatan, ketenteraman, dan dijauhkan dari berbagai musibah.

“Alhamdulillah hingga saat ini keamanan dan ketertiban di Kota Kediri tetap terjaga. Tradisi seperti ini menjadi sarana mempererat persaudaraan sekaligus memohon keberkahan bagi masyarakat,” tambahnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *