“Karena Candi Gedog candi utama di Kota Blitar. Perhatian ini sebagai bentuk kepedulian kami kepada cagar budaya,” katanya.
Edy menjelaskan lagi, pasca diekskavasi empat kali, Candi Gedog kini sudah menjadi alternatif destinasi wisata selain Makam Bung Karno. Setiap akhir pekan banyak yang mengunjungi candi.
Mulai wisatawan biasa ada pula pelajar dan mahasiswa. Bahkan dalam seminggu ada sekitar 50 yang menyelami eksotisme candi.
“Mayoritas memang pelajar dan mahasiswa. Candi gedog menjadi bahan kajian dan menggali ilmu,” katanya.
Edy berharap dengan keberadaan juru pelihara cagar budaya itu dapat menambah kenyamanan wisatawan yang berkunjung ke Candi Gedog. Dan yang lebih penting candi tetap lestari. (ziz)



















