Sugeng, Pengoleksi Lesung, Gambaran Gotong Royong Warga Pedesaan Yang Sudah Sirna

Sugeng, Pengoleksi Lesung, Gambaran Gotong Royong Warga Pedesaan Yang Sudah Sirna

Tujuannya mengkoleksi Lesung itu, pada dasarnya bukan karena ingin memanfaatkan atau menghidupkan kembali Lesung tersebut untuk digunakan mengolah padi. Hanya saja, dia ingin melestarikan Lesung sebagai sebuah tradisi masyarakat jawa secara umum pada zaman dahulu lantaran Lesung sendiri menggambarkan gotong royong.

Bagaimana tidak, untuk bisa merubah padi menjadi beras, masyarakat zaman dahulu harus menabuh Lesung tersebut minimal empat orang untuk satu Lesung saja agar menghasilkan suara yang khas. Terlebih lagi, orang zaman dulu juga tidak sembarangan saat membuat Lesung yang mana beberapa Lesung dibuat dengan melalui ritual.

“Makanya, tidak jarang beberapa lesung mempunyai nilai magis tersendiri karena ada ritualnya saat membuat entah itu puasa atau begadang (melekan). Makanya orang zaman dahulu melarang anaknya untuk melangkahi Lesung,” jelasnya.

Read More

Satu dari empat Lesung yang dimiliki Sugeng diyakini juga memiliki nilai magis lantaran temannya yang merupakan orang pintar pernah berujar jika ada sesosok pria dan wanita yang menjaga Lesung tersebut. Terlepas dari itu semua, pihaknya meyakini jika Lesung sendiri akan memiliki nilai ekonomi tinggi dan gergolong antik seiring berjalannya waktu.

Pasalnya, semakin lama keberadaan Lesung sendiri akan semakin sedikit, mengingat hukum ekonomi yang berlaku yakni semakin sedikit komoditasnya, justru akan semakin mahal pula harganya. Meski begitu, koleksi Lesung miliknya itu bahkan pernah ditawar dengan nilai yang fantastis, namun Sugeng sendiri memilih untuk menolak tawaran tersebut.

“Saya pribadi mikirnya eman (sayang) untuk melepas, disisi karena saya memang suka sama Lesung ini, tetapi juga untuk mencarinya saja susah,” ujarnya.

Sugeng sendiri menyayangkan lantaran banyak masyarakat yang saat ini terpengaruh dengan budaya mancanegara dan seolah melupakan jati dirinya. Baginya, seharusnya masyarakat tidak boleh melupakan budaya yang dimiliki bangsa Indonesia oleh nenek moyang terdahulu dalam menjalami kehidupan sehari-hari.

Budaya yang dimaksut meliputi wayang, ludruk atau bahkan tidak melupakan Lesung yang pernah membantu budaya agraris di Indonesia pada zaman dahulu. Maka dari itu, tujuannya mengkoleksi Lesung itu tidak lain untuk mengenalkan peninggalan nenek moyang agar tidak hilang dimakan perubahan zaman yang semakin mengarah pada budaya barat.

“Saya cuma ingin agar generasi saat ini maupun generasi yang akan datang mengetahui sejarah Lesung yang pernah eksis pada zamannya,” pungkasnya.

Reporter : Mochammad Sholeh Sirri

Editor :

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *