Ia pun mengaku tidak berani mengurangi komposisi bumbu. Sehingga hal ini mempengaruhi keuntungannya.
“Pesanan meningkatnya dua kali lipat, pesanannya makin banyak. Cabainya tetap, tidak dikurangi pedasnya. Tapi memang untungnya sedikit, tapi banyak yang nambah pesanannya, jadi masih untung,” tuturnya.
Miani juga mengaku meski harga cabai saat ini semakin mahal, namun harga bumbu pecel kemasan masih dibandrol dengan harga yang terjangkau.
“Sekarang harga cabainya naik dua kali lipat. Sekarang Rp 75 ribu, kemarin-kemarin masih Rp 35 ribu. Bumbu pecel ini perbungkusnya Rp 9 ribu hingga Rp 10 ribu,” beber Miani.
Masih Miani, penjualan bumbu pecel kemasan buatannya menyebar hingga ke luar Jombang. Dari situ ia mampu membukukan hasil penjualan hingga jutaan rupiah per bulannya.
“Ini (bumbu pecel kemasan), dijual ke Jombang, Mojokerto, hingga Jakarta dan Surabaya. Omzetnya Rp 7 juta perbulannya,” tutupnya.
Reporter : Taufiqur Rachman



















