Emak-emak Masih Primadona, Zaman Modern, Tanam Padi Tidak Lagi Mundur

Sementara yang upahnya tiga ratus dua puluh ribu rupiah, biasanya mengambil tenaga kerja dari luar desa yang jaraknya ke sawah bias sampa dua kilometer lebih.

Misalnya saja, lahan sawahnya di Desa Plosorejo, Kecamatan Gampengrejo, tenaga kerjanya diambilkan dari kawasan Desa Njeblok Kecamatan Kayen Kidul atau kadang dari kawasan barat  sungai Brantas.

 

Read More

Kenapa bisa begitu? Ya karena tenaga kerjanya emak-emak yang minim sementara lahan yang dikerjakan atau ditanami padi terlalu luas karena lagi musim tanam.

Begitu juga cara tanam padi kali ini tidak mundur seperti dulu ketika menggunakan ukuran (blak) dari bambu yang dilubangi. Kali ini tanam padi harus maju karena mengikuti garis-garis yang sudah ditentukan.

 

“Katanya zaman sudah maju… Tanam padi pun kini tidak mundur, seperti dulu tapi maju seperti ini,” kata Yu Kaimah, salah satu tenaga tandur atau tanam padi

Reporter: Gimo Hadiwibowo

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *