Blitar, SEJAHTERA.CO – Kecelakaan antara truk dan kereta api Dhoho relasi Blitar–Surabaya via Malang menjadi atensi kepolisian. Selain memeriksa sejumlah saksi, kasus ini juga mendapat perhatian dari Polda Jawa Timur.
Baca juga:Skandal Jual Beli Sel di Lapas Blitar Terbongkar, Tiga Oknum Petugas Diperiksa
Kasat Lantas Polres Blitar Kota, AKP Agus Prayitno, mengatakan bahwa sehari setelah kejadian pihaknya telah meminta keterangan sedikitnya lima saksi. Mereka terdiri dari penjaga palang pintu, sopir truk, serta warga sekitar lokasi kejadian, terutama yang pertama kali melihat truk dalam kondisi mogok.
“Keterangan saksi ini menjadi bahan penyelidikan untuk mengetahui kronologi pasti hingga terjadi kecelakaan,” ujarnya, Rabu (29/4/2026).
Selain itu, kecelakaan yang terjadi di Jalan Imam Bonjol tersebut juga ditangani lebih lanjut oleh tim dari Polda Jatim. Pada Rabu (29/4/2026), tim Traffic Accident Analysis (TAA) turun langsung ke lokasi dengan membawa peralatan khusus untuk mengungkap penyebab kecelakaan. Data di lapangan akan dikumpulkan dan dianalisis, termasuk dicocokkan dengan keterangan para saksi.
“Hasil penyelidikan nanti akan kami sampaikan lebih lanjut,” tambahnya.
Pasca kejadian, petugas juga melakukan evakuasi truk yang bermuatan pasir. Karena muatan yang berat, proses evakuasi dilakukan dengan memindahkan pasir ke truk lain terlebih dahulu. Truk baru berhasil dievakuasi pada Rabu dini hari dengan pengamanan dari pihak kepolisian.



















