“Kalau musim hujan baunya luar biasa menyengat, aliran sungai di sini muaranya di waduk Bendo, lha kalau terus dibiarkan nanti ekosistem di waduk akan terganggu,” tegasnya.
Disini lain, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Ponorogo, Gulang Winarno, mengaku sudah mengetahui hal tersebut. Pihaknya juga tidak menampik jika aktivitas peternak membuang kotoran di aliran sungai mencemari lingkungan.
“Memang tercemar, kondisinya seperti itu, apalagi untuk wisata air terjun Pletuk itu baunya juga sudah tidak sedap,” terangnya.
Gulang, mengatakan bahwa pihaknya sudah sering melakukan sosialisasi kepada para peternak untuk tidak membuang kotoran sapi di sungai. Pun, sejumlah solusi juga ditawarkan yakni membangun instalasi pengolahan air limbah (IPAL), hingga pembuatan bio gas.
“Jadi harapan kita kepada masyarakat mari kita bersama-sama mengelola limbah masing-masing peternak agar air kita kembali bersih,” pungkas Gulang.
Reporter: Sony Dwi Prastyo
Editor



















