“Jadwalnya kita rubah total semua dan terpaksa kita lakukan droping hingga over time hingga sore hari,” terang Masun.
Jika tiga unit mobil tangki air tersebut beroperasi maka bisa menyelesaikan 6 titik droping air dalam satu hari, dimana setiap mobil mendapatkan dua lokasi. Namun, saat ini karena salah satu mobil rusak maka truk tangki menyalurkan 3 titik lokasi.
“Warga terdampak sempat protes karena pengiriman telat, tapi kami tetap berkomitmen untuk memenuhi kebutuhan air yang terdampak, karena air bersih tidak bisa diganti, berbeda dengan kebutuhan lainnya,” imbuhnya.
Masun juga mengatakan hingga data saat ini terdapat 1.036 KK dari 3.976 jiwa yang mengalami krisis air bersih. Dimana tersebar di 6 Kecamatan, yakni di Kecamatan Slahung, Sawoo, Badegan, Jambon, Pulung dan Bungkal.
“Saat ini kita maksimalkan yang ada, tapi kami tetap berkomitmen menyalurkan air bersih bagi warga yang terdampak,” pungkasnya.
Reporter : Sony Dwi Prastyo



















