Ponorogo, SEJAHTERA.CO – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ponorogo harus bekerja ekstra dalam melakukan droping air. Bagaimana tidak, dari tiga unit mobil tangki milik BPBD saat ini hanya tinggal dua unit yang beroperasi.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Ponorogo, Masun mengatakan satu unit mobil yang rusak tersebut dikarenakan faktor usia. Dimana mobil tangki air tersebut sudah beroperasi sejak 2008 atau sekitar 15 tahun.
“Mobil ini keluaran 2008, saat itu kita dapat hibah di tahun 2011 jadi memang usianya sudah tua,” ungkap Masun, Selasa (28/11/2023).
Selain itu, kondisi tersebut diperparah dengan satu unit mobil tangki lainnya yang terbatas melakukan droping air, sebab bagian roda serta kampas rem truk tersebut sudah habis.
Dengan kondisi seperti itu, sangat rawan digunakan untuk droping air bersih ke lokasi yang berada di perbukitan.
“Jadi yang kondisinya masih normal itu hanya satu truk tangki air,” bebernya
Lebih lanjut pihaknya belum bisa melakukan reparasi mobil tangki air yang mogok tersebut. Sebab BPBD tidak memiliki anggaran untuk membiayai kendaraan yang masuk masa perawatan tersebut. Pihak BPBD lebih memilih bekerja ekstra untuk melakukan droping air bersih.



















