Tak hanya itu, hal tersebut juga sebagai bentuk komitmen dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri.
“Kebetulan saya di dua tim Persedikab dan Persik, artinya saya betul-betul mencoba untuk bagaimana sebuah ekosistem dimulai dari Liga Amatir sampai Profesional menjadi satu kesatuan,” jelasnya.
Bupati yang akrab disapa Mas Dhito itu berharap besar dengan adanya Liga 3 ini dapat membawa pemain bergaji Rp 5 juta naik ke Liga 1 yang memiliki gaji rata-rata Rp 25 juta. Tingginya gaji itu bisa meningkatkan kesejahteraan hidup pemain dan keluarga. Seperti yang terjadi pada pemain Persedikab bisa direkrut Persik Kediri.
Tak hanya itu, dia berharap dengan adanya sistem ini bisa terjadi di daerahnya masing-masing karena dirinya melihat ada banyak seperti Bojonegoro yang sudah siap dan banyak daerah sudah siap.
“Ini semua berkat program dari Asprov PSSI Jatim, kita doakan semoga Liga 3 ini berjalan dengan lancar dan tidak ada kejadian yang tidak kita harapkan. Karena tidak ada satupun nyawa yang sebanding sepakbola,” ungkap Bupati yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Persedikab ini.
Reporter: Rizky Rusdiyanto
Editor: Dhita Septiadarma



















