Bakar Daduk Tanpa Pengawasan, Lahan Tebu di Mojo Kediri Hangus dan Rugikan Petani Rp70 Juta

Petugas Damkar Pos Ngadiluwih padamkan api di lahan tebu Dusun/Desa Petok Kecamatan Mojo Kamis siang.
Petugas Damkar Pos Ngadiluwih padamkan api di lahan tebu Dusun/Desa Petok Kecamatan Mojo Kamis siang.(foto: istimewa)

Kediri, SEJAHTERA.CO – Warga diminta lebih berhati-hati saat membakar daduk atau daun tebu kering pada musim kemarau. Pembakaran tanpa pengawasan berisiko memicu kebakaran yang dapat merembet ke lahan pertanian di sekitarnya.

Baca juga:Promo Hari Jadi Kota Kediri ke-1.147, Tirta Dhaha Beri Diskon Pasang Baru PDAM Jadi Rp500 Ribu Khusus Bulan Juli 2026

Peristiwa tersebut terjadi di lahan tebu milik Abu, warga Dusun Petok, Desa Petok, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, Kamis (2/7/2026) siang. Lahan tebu yang sudah mendekati masa panen terbakar setelah api diduga merembet dari pembakaran daduk di area persawahan sebelahnya.

Read More

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Kediri, Khaleb Untung Satrio Wicaksono, mengatakan kebakaran menghanguskan areal tebu cukup luas dan menyebabkan kerugian material yang diperkirakan mencapai Rp70 juta.

“Akibat kebakaran tersebut, tanaman tebu yang siap panen hangus terbakar. Kerugian ditaksir sekitar Rp70 juta dan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini,” katanya.

Menurut Khaleb, kebakaran diketahui setelah warga melihat kobaran api di area perkebunan tebu dan segera melaporkannya kepada petugas. Kondisi cuaca kering serta tiupan angin yang cukup kencang membuat api cepat membesar dan menjalar ke tanaman tebu.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *