Dalam sesinya, Ratu Tisha Destria memaparkan materi mengenai salah satunya adalah proses ekonomi dari suatu industri olahraga, kemudian juga ada mengenai alur pendaftaran pemain hingga dilaporkan ke PSSI dan AFC, apabila pemain klub tertentu akan bermain di kompetisi Internasional yang digulirkan oleh AFC.
Sementara itu, menurut salah satu peserta seminar perwakilan dari Persikabo, Nandang Permana Sidik,
“Saya kira ini adalah langkah baik dari PSSI, bagaimana ke depannya kita mengoptimalkan klub lisensing, bukan hanya berprestasi, tapi segi manajerial pun bisa tertata dengan baik, karena bagaimanapun juga, kompetisi yang baik, akan muncul dari manajerial yang baik, terutama untuk klub-klub liga 1 dan 2, ini tentu sebuah ilmu yang sangat bagus sekali, agar kami bisa menghandle klub itu sendiri sesuai dengan aturan dari FIFA dan federasi (PSSI) kemudian ada AFC dan AFF,” jelasnya.
Klub lisensing sudah berubah, dari yang tadinya Januari-Desember, sekarang menjadi pertengahan tahun, PSSI harus melaporkan ke AFC di bulan Mei, sehingga untuk tahun ini, kita mulai di bulan Oktober-November sudah meminta notifikasi ke AFC terkait regulasi. Ada lima kriteria, supporting, infrastruktur, administratif, legal dan finance.
“Sekali lagi saya mengucapkan terima kasih kepada klub-klub, terutama manajemen klub yang telah komitmen dan disiplin dalam menjalani seminar hari ini. Semoga kedepannya, klub kita maju, liga kita maju, PSSI dan sepakbola Indonesia maju,” tutup Tisha.
Editor: Gimo Hadiwibowo


















