Ini dipengaruhi oleh kebudayaan dari tanah Arab dan Eropa tradisional. Seiring dengan perkembangan teknologi itu semua digantikan dengan alat musik elektronik berupa kibor.
Walaupun demikian, dalam kegiatan-kegiatan tertentu alat musik tradisional masih tetap digunakan demi melestarikan warisan kebudayaan.
Sedangkan Gambus, adalah alat musik petik seperti mandolin yang berasal dari Timur Tengah. Paling sedikit gambus dipasangi 3 senar sampai paling banyak 12 senar.
Gambus dimainkan sambil diiringi gendang. Sebuah orkes memakai alat musik utama berupa gambus dinamakan orkes gambus atau disebut gambus saja.
Di TVRI dan RRI, orkes gambus pernah membawakan acara irama padang pasir. Orkes gambus mengiringi tari Zapin dan Tari Jepen yang seluruhnya dibawakan pria untuk tari pergaulan.
Lagu yang dibawakan berirama Timur Tengah. Sedangkan tema liriknya adalah keagamaan. Alat musiknya terdiri dari biola, gendang, tabla dan seruling.
Kini, orkes gambus menjadi milik orang Betawi dan banyak diundang di pesta sunatan dan perkawinan. Lirik lagunya berbahasa Arab, isinya bisa doa atau shalawat.
Perintis orkes gambus adalah Syech Albar seorang Arab-Indonesia, bapaknya Ahmad Albar, dan yang terkenal orkes gambus El-Surayya dari kota Medan pimpinan Ahmad Baqi.
Salah satu rekannya, Abdul Malik Buzaid atau lebih dikenal dengan nama Malik Bz (31 Desember 1941 – 15 Juni 2011) adalah seorang komposer music-musik Melayu berkebangsaan Indonsia.
Seperti dilansir www.wikipedia, bersama biduan bersuara emas saat itu, Ida Laila, A. Rafiq, dan anggota lainnya, Malik BZ, aktif dalam OM Sinar Kemala yang dipimpinan A. Kadir.
OM Sinar Kemala bermarkas di Ampel, Kampung Arab yang ramai dekat Masjid Kompleks ziarah Sunan Ampel di Surabaya.
Malik Bz merupakan salah satu anggota yang memegang alat musik akordeon dan piano. Selain itu ia juga berposisi sebagai pencipta lagu dalam keanggotaannya di OM Sinar Kemala sampai dibubarkannya pada tahun 1983.
Editor: Gimo Hadiwibowo



















