Kediri, SEJAHTERA.CO – Terimbas? Jelas!. Ketika harga beras dan ketan melambung tinggi dan tak terkendali, harga beras kemasan lima kilogram juga berganti harga alias naik.
Beras kemasan yang namanya sudah melekat di hati para konsumen, terutama emak-emak, khususnya di Kabupaten Kediri, kini juga naik signifikan Rp 7.000 per lima kilogram bahkan lebih.
Beras kemasan Lahap, ada beberapa jenis dan harga. Lahap Lele yang paling mahal, kemasan lima kilogram dibandrol toko kelontong sebesar Rp 80.000 bahkan lebih . Harga dari distributor Rp 77.500 perkilogram.
Kemudian Lahap Ijo dan Lahap Putri masing-masing dibanderol Rp 78.000 perkilogram. Harga dari distributor masing-masing Rp 76.000 perkilogram.
Sementara beras kemasan Lahap Wanita dari distributor Rp 75.500 perkilogram, lalu dijual di toko kelontong seharga Rp 78.000 perkilogram.
Sebelumnya, pertengahan Januari 2024, kata pemilik toko kelontong di Kabupaten Kediri, Lahap Lele masih kulakan masih Rp 71,500 per lima dan dijual Rp 73.000 kilogram.
Lahap Wangi dan Lahap Wanita, masing-masing harga kulakan Rp 71.000 dan Rp 70.500 per lima kilogram. Kemudian dijual oleh toko kelontong masing-masing Rp 72.500 per lima kilogram.
Kemudian beras kemasan lima kilogram lainnya, KOI, dua pekan lalu juga sudah naik. Ditawarkan oleh sales-nya, KOI Biru Rp 78.000 dan KOI Hijau Rp 77.000 per lima kilogram.
Beras kemasan lainnya, Mina Padi di toko kelontong dijual Rp 74.000 perkilogram, jenis 55 Hijau Rp 72.000, 55 Merah seharga Rp 73.000 dan Anak Gunung Rp 72.000 per lima kilogram.
Saat ini, untuk beras kemasan Lahap Lele, kata Malikha, tidak lagi menjualnya karena tidak ada pasokan dari distributor. “Padahal, biasanya, satu atau dua minggu ada kunjungan,” katanya.



















