Cerita Sriati, 16 Tahun Jalankan Bisnis Pengepul Barang Bekas, Pekerjakan dan Berdayakan Warga Setempat

Bagi Sriati, bisnis pengepul barang bekas ini masih menjanjikan terutama untuk daerah seperti di Tulungagung, lantaran setiap tahunnya jumlah penduduk Tulungagung semakin meningkat. Imbasnya, banyak barang bekas yang dihasilkan setiap rumah tangga di Tulungagung yang juga mengalami peningkatan.

Maka dari itu, selama 16 tahun ini pihaknya selalu mampu bertahan dalam gejolak apapun termasuk pada saat Pandemi Covid-19 beberapa tahun kemarin yang tidak terlalu mengganggu bisnisnya. Hal itu dikarenakan penjualan barang bekas di tempatnya memiliki pasar dan nilai ekonomi tersendiri.

 

Read More

“Selama ini lancar, tidak terlalu ada hambatan, makanya saya menilai jika bisnis ini ke depannya masih tetap menjanjikan seiring bertambahnya penduduk,” jelasnya.

Selama 16 tahun berbisnis pengepul barang bekas, Sriati membuka lapangan pekerjaan bagi warga sekitar. Saat memilah barang bekas dia juga dibantu karyawannya. Bahkan untuk pengepul barang bekas yang setiap hari berkeliling, setidaknya ada empat orang.

Biasanya, barang bekas yang telah dipilah di rumah Sriati akan dikirimkan ke dalam ataupun luar Tulungagung, dengan pengiriman baik jenis dan jumlahnya tergantung pesanan. Bahkan pihaknya juga sudah bekerja sama memasok bahan baku pabrik pengolahan barang bekas.

 

“Kalau kardus bekas ini biasanya dikirim ke Desa Tapan, Kecamatan Kedungwaru. Kan di sana ada pabrik untuk melakukan pengolahan barang bekas,” pungkasnya.

Reporter: Mochammad Sholeh Sirri

Editor: Dhita Septiadarma

 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *