Kediri, SEJAHTERA.CO – Sosok Ibrahim Datuk Tan Malaka atau yang dikenal sebagai Tan Malaka adalah salah satu pahlawan yang jarang diketahui dan diceritakan dalam buku sejarah kemerdekaan Indonesia.
Di tahun 2024 ini tepat 75 tahun gugurnya Tan Malaka di tangan bangsanya sendiri. Untuk memperingati gugurnya pahlawan kemerdekaan Indonesia itu, Dewan Kesenian dan Kebudayaan (DKK) Kabupaten Kediri menggelar doa bersama di makam Tan Malaka di Desa Selopanggung Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri, Rabu (21/2).
Agus Imam Mubarok, Ketua DKK Kabupaten Kediri, menyebutkan bahwa sebelum bangsa Indonesia berdiri Tan Malaka telah mengenalkan pemikiran tentang bagaimana sebuah negara yang seharusnya.
“Perjuangannya luar biasa, ia berasal dari Sumatera tetapi gugur di Selopanggung ini,” ungkap Gus Barok, sapaan akrabnya.
Mengingat bagaimana perjuangan Tan Malaka, Gus Barok telah mengusulkan kepada Pemerintah Kabupaten sejak tahun 2013 agar makam Tan Malaka ini bisa dijadikan sebagai destinasi wisata agar nama Tan Malaka juga banyak dikenal oleh masyarakat luas sebagai salah satu pahlawan kemerdekaan Indonesia.
Turut hadir anggota Fraksi NasDem DPRD Kabupaten Kediri Khusnul Arif, mengungkap bahwa Tan Malaka telah mendapatkan gelar pahlawan kemerdekaan sejak tahun 1963 oleh Presiden Soekarno melalui KePres Nomor 53.



















