Hanif menjelaskan bahwa hasil budidayanya dipasarkan di wilayah Jawa Timur, baik untuk dijual langsung ke pasar maupun dibeli untuk kolam pemancingan dalam perlombaan.
“Harga sekarang kisaran Rp 19 ribu per kilogram di kolam, tergantung kebutuhan tengkulaknya. Kadang pemancingan butuhnya tidak banyak, biasanya 3 kwintal sampai paling banyak 5 kwintal, dan per hari panen ikan patin kisaran 2 ton,” jelasnya.
Pemuda ini juga menekankan pentingnya perhatian terhadap faktor lingkungan, khususnya kualitas air, dalam budidaya ikan patin.
“Dalam musim hujan, perubahan suhu air dapat mempengaruhi pertumbuhan ikan. Kurangi pemberian pakan dan perhatikan kualitas air,” tambahnya.
Dengan kesabaran dan perhatian yang telaten, Hanif Wicaksono membuktikan bahwa usaha budidaya ikan patin bukan hanya memberikan hasil yang menguntungkan, tetapi juga membuka peluang kesuksesan bagi pemuda-pemuda di pedesaan.
Reporter : Agung Pamungkas



















