Jakarta, SEJAHTERA.CO – Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terus memantau dan memonitor aktivitas vulkanik Gunung Ruang.
Per hari ini, Minggu (5/4) PVMBG memperbaharui jarak aman untuk Gunung Ruang dari sebelumnya 7 kilometer dari pusat kawah menjadi 5 kilometer.
PVMBG memperharui jarak aman Gunung Ruang dari sebelumnya 7 kilometer menjadi 5 kilometer dari puncak kawah.
“Rekomendasi tersebut dikeluarkan berdasarkan hasil pemantauan visual dan instrumental aktivitas vulkanik Gunung Ruang yang masih tinggi dan ditetapkan pada Level IV (AWAS),” kata Kepala Badan Geologi Muhammad Wafid.
Radius aman tersebut, katanya, juga berlaku bagi masyarakat yang bermukim pada wilayah Pulau Tagulandang yang berada dalam radius 5 kilometer agar segera dievakuasi ke tempat aman di luar radius 5 kilometer.
Lontaran material hasil dari erupsi dan awan panas masih menjadi potensi bahaya yang mungkin terjadi bagi masyarakat terdampak.
“Potensi bahaya saat ini berupa erupsi yang menghasilkan awan panas, lontaran material pijar, dan paparan abu vulkanik yang bergantung pada arah dan kecepatan angin serta lahar bila hujan deras turun di sekitar Gunung Ruang,” lanjutnya lagi.
Sementara itu, Kepala PVMBG Hendra Gunawan dari lokasi bencana Gunung Ruang menjelaskan, perkembangan terakhir aktivitas Gunung Ruang hingga 5 Mei 2024 pukul 12:00 WITA pada umumnya asap kawah teramati berwarna putih dengan intensitas sedang hingga tebal dan tinggi 400 m di atas puncak kawah.



















