Tulungagung, SEJAHTERA.CO – Sebagai ibu rumah tangga, sebenarnya tidak ada alasan untuk tidak menghasilkan cuan selama hal-hal yang dikerjakan halal. Hal inilah yang saat ini dilakukan oleh Nuralifah (41) warga Desa Tiudan, Kecamatan Gondang, Kabupaten Tulungagung yang mana dirinya menekuni usaha pembuatan tas anyaman.
Secara umum, ibu rumah tangga sering kali hanya mengurusi urusan rumah tangga, tapi hal itu tidak berlaku nagi Nuralifah. Pasalnya, dia justru lihai dalam menjalankan bisnisnya pada bidang tas anyaman yang bahkan hasil produksi dari hasil kerajinannya itu diminati hingga luar daerah.
Jauh sebelum lihai membuat tas anyaman tersebut, dia justru belajar membuat tas anyaman tersebut saudara kandungnya. Karena kesibukannya mengurus rumah, dia sempat berhenti dan melanjutkan belajar sendiri dengan berbekal video melalui platform digital.
“Waktu belajar sama saudara saya itu belum benar-benar bisa, tetapi karena tertarik, akhirnya belajar sendiri lewat aplikasi You Tube dan lama kelamaan akhirnya bisa,” kata Nuralifah, Minggu (12/5/2024).
Setelah merasa mampu membuat tas anyaman, Nuralifah kemudian mencoba peruntungannya dengan mengunggah produk hasta karyanya ke platform digital. Tanpa disangka, melihat unggahan Nuralifah tersebut, respons pasar ternyata positif dan banyak yang berminat pada tas anyaman miliknya.
Diketahui, orderan pertama yang diterimanya itu terjadi pada tahun 2021 lalu, saat terjadi pandemi Covid-19 dan produk hasil UMKM banyak diminati. Terlebih lagi, atas penerapan pembatasan kegiatan masyarakat, pasar online saat itu kerap menjadi incaran banyak masyarakat.
“Sekarang sudah serba digital, saya coba tawarkan dengan mengunggah produk tas anyaman ke media sosial. Ternyata ada yang minat,” ungkapnya.
Tas anyaman yang dibuat dengan bahan dasar plastik ini pun banyak memukau mata untuk membeli produk buatan Nuralifah.



















