Untuk fisik tak diragukan lagi. Ini karena dulu ketika muda punya kemampuan fisik di bidang pencak silat menyandang pendekar. Bahkan hingga kini jurus-jurus masih diingat dan siap dipraktikkan jika diperlukan. “Kuncinya jaga pola makan,” katanya.
Siti Martiah, anak perempuan Makrus punya kebiasaan yang jarang dilakukan orang. Agar tetap segar bugar, ayahnya punya kebiasaan ngrowot.
Ngrowot adalah memakan makanan dari umbi-umbian. Seperti ketela, ubi dan lain sebagainya. Sementara pantangannya makan nasi dan daging.
“Sudah puluhan tahun ngrowot. Tetapi jelang pemberangkatan saya sarankan makan nasi. Karena di Makkah kan tidak bisa ngrowot,” katanya.
Kebiasaan ngrowot itu ditengarai membuat fisiknya bugar. Bahkan tak pernah mengeluh kena penyakit dalam. Soal minuman juga memilih herbal daripada kimia.
“Kalau pegal linu minum obatnya ya jahe, telur atau madu. Tidak mau obat kimia,” katanya.
Nah karena berangkat sendirian ke Makkah, dirinya hanya bisa berpesan dan berdoa. Agar bapaknya tetap sehat mampu menunaikan rukun haji dan pulang menjadi haji mabrur.
Reporter : Abdul Aziz Wahyudi
Editor : Gimo Hadiwibowo



















