Pada saat itu, proses upload data pada aplikasi mengalami kendala lantaran aplikasi tersebut digunakan bersamaan secara nasional.
Menurut Adit, meski terjadi hambatan, hal itu tidak menghambat kinerja pantarlih di Tulungagung dan menggagalkan kerja mereka. Karena dia mempersiapkan para pantarlih untuk mengantisipasi saat terjadi kendala seperti itu.
“Kemarin setelah dilantik, petugas kami langsung diberi pelatihan singkat dan diwanti-wanti agar upload data di waktu yang tepat, agar tidak mengganggu kinerja mereka saat proses coklit,” jelasnya.
Disinggung soal keberadaan Warga Negara Asing (WNA) di Tulungagung, Adit menyebut, sudah mengingatkan agar para pantarlih lebih teliti dan mewaspadai potensi masuknya WNA dalam data potensial pemilih. Hal itu tentunya rawan terjadi jika petugas tidak benar-benar selektif dalam membaca data.
Seperti halnya pada Pileg dan Pilpres kemarin yang mana sempat ada temuan WNA yang tinggal di Tulungagung justru terdata dan masuk dalam data potensial pemilih.
Demi menuntaskan permasalahan ini, pihaknya akan berkoordinasi dengan Dispendukcapil, Imigrasi, Bawaslu untuk mendeteksi hal tersebut.
“Kita berupaya agar hal itu tidak terjadi, jangan sampai masuk dalam daftar pemilih, maka dari itu Pantarlih harus berkoordinasi dengan baik di lapangan,” pungkasnya.
Reporter : Mochammad Sholeh Sirri
Editor : Dhita Septiadarma



















