Meskipun tidak terlalu padat, namun akses itu merupakan jalur utama penghubung Kecamatan Trenggalek dengan Kecamatan Bendungan. Selain itu, jalan itu juga sebagai jalur alternatif penghubung dari Kecamatan Trenggalek ke Kabupaten Tulungagung maupun Ponorogo via Bendungan.
Di sisi lain, lanjut Agus, banyak kendaraan hilir mudik pengangkut material dari aktivitas pembangunan proyek strategis nasional Bendungan Bagong.
Baca Juga :Pekerja Informal Belum Ter-cover BPJS, ini Upaya Nurochman -Heli Jika Terpilih dalam Pilwali 2024
“Nanti akan kita kaji dan evaluasi bersama stakeholder terkait untuk tindaklanjutnya,” imbuhnya.
Sebagai langkah awal, dia menyebut telah memasang rambu peringatan serta memberikan tanda berupa cat putih pada bagian titik kerusakan.
Masyarakat diimbau untuk waspada saat melintas jalan itu, utamanya saat terjadi hujan karena jalan berlubang itu berpotensi tertutup air yang dapat memicu terjadinya kecelakaan lalu lintas.
Baca Juga :Langgar Izin Tinggal, WNA Belanda dan Filipina Diamankan Imigrasi Kelas II Non TPI Kediri
Agus menyebut, selain di penghubung jalur utama Trenggalek – Bendungan, pemetaan jalan dilakukan secara periodik. Pengecekan jalur itu merupakan rangkaian dari pemetaan kerawanan dibidang lalu lintas, meliputi kondisi jalan, sarana dan prasarana penunjang serta perilaku pengguna jalan.
“Jadi kegiatan ini sifatnya preemtif dan preventif. Kita petakan terlebih dahulu, kemudian kita kaji dan kita rumuskan solusinya,” pungkasnya.



















