Coban Kromo Mengering, Ritual Meminta Hujan “Manten Kucing” Digelar, Ini Kata Kades Pelem Tulungagung

Coban Kromo Mengering, Ritual Meminta Hujan “Manten Kucing” Digelar, Ini Kata Kades Pelem Tulungagung
Prosesi ritual Manten Kucing atau Ngedus Kucing yang dilakukan di kawasan Coban Kromo masuk Desa Pelem Kecamatan Campurdarat Tulungagung.(isal/sejahtera.co)

Tulungagung, SEJAHTERA.CO – Akibat kemarau panjang, aliran air pada Coban Kromo di Desa Pelem Kecamatan Campurdarat Tulungagung mengering. Hal ini membuat warga setempat menggelar ritual adat Manten Kucing atau Ngedus Kucing di kawasan Coban Kromo dengan maksut meminta hujan kepada tuhan.

Baca Juga :TMKI Salurkan Bantuan Sosial Rutin untuk Lansia di Kediri dan Nganjuk

Kepala Desa Pelem Campurdarat, Mujialam mengatakan, ritual Manten Kucing atau Ngedus Kucing ini dilakukan agar Tuhan Yang Maha Esa menurunkan hujan. Pasalnya, tahun ini tengah terjadi kemarau panjang di Tulungagung yang bahkan hal ini membuat aliran air pada Coban Kromo mengering.

Read More

Padahal pada tahun-tahun sebelumnya, aliran air pada Coban Kromo tidak pernah mengering dan tetap mengaliri warga sekalipun tengah terjadi musim kemarau. Atas alasan ini, warga setempat kemudian memutuskan untuk menggelar ritual Manten Kucing atau Ngedus Kucing agar Tuhan segera menurunkan hujan.

Baca Juga : Teater Mutiara Hikam Suguhkan Drama Perang Yarmuk dan Gambus Misri, Pukau Ratusan Penonton

“Ritual ini sudah dilakukan warga setempat selama turun-temurun, dengan maksud untuk meminta diturunkannya hujan agar tidak lagi mengalami kekeringan,” kata Mujialam, Senin (11/11/2024).

Ritual Manten Kucing ini, sebenarnya tidak dilakukan setiap tahun, melainkan hanya pada saat-saat tertentu, seperti saat terjadinya kemarau panjang yang menyebabkan aliran air Coban Kromo mengering. Pasalnya, aliran air dari Coban Kromo sendiri kerap dimanfaatkan oleh masyarakat setempat untuk kebutuhannya.

Baca Juga :Rendy Varera dan Ayu Triya Andriana Juara Umum IDH 2024

Masyarakat setempat sangat bergantung pada aliran air Coban Kromo untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sehari-hari. Selain itu, aliran air Coban Kromo juga dimanfaatkan warga untuk mengaliri lahan sawah, tapi sejak Juni 2024, debit air Coban Kromo kian berkurang drastis.

“Sejak saya menjabat sebagai Kepala Desa, baru tahun ini air di Coban Kromo benar-benar mengering, tahun-tahun sebelumnya belum pernah,” ungkapnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *