Jalan penghubung antardesa yang ada di atas SDN 4 Karangtengah itu membahayakan pengguna jalan hingga fasilitas pendidikan itu.
Selain di wilayah Panggul, bencana longsor juga terjadi di wilayah Kecamatan Dongko, tepatnya di Desa Watuagung.
Jalan antardesa di daerah itu sempat lumpuh total usai akses jalan itu tertutup longsor setinggi 7 meter dengan panjang 20 meter. Selain itu, dua dapur rumah warga di Kecamatan Dongko lainnya rusak tertimpa pohon tumbang dan tanah longsor.
“Kemudian ada rumah warga tertimpa pohon. Selain itu di wilayah Dongko, jalan penghubung Dusun Ngleben dan Krajan rusak hingga membuat sebuah jembatan terputus usai longsor. Yang perlu diwaspadai longsor menggerus ke arah rumah warga,” imbuhnya.
Baca Juga :Hardiri Kegiatan Paslon, Bawaslu Kabupaten Tulungagung Menyelidiki Kades Diduga Melanggar Netralitas
Di wilayah lainnya, Triadi menyebut bencana pohon tumbang terjadi Kecamatan Munjungan. Pohon sengon setinggi 15 meter dan diameter 80 centimeter tumbang menutup jalan kali tengah penghubung Desa Munjungan dan Desa Tawing.
“Di wilayah Kecamatan Suruh, di Desa Nglebo RT 12/RW 03 Dusun Salam pohon tumbang menimpa dapur rumah warga. Kemudian di wilayah Kecamatan Pule, di Desa Puyung ada laporan rumah warga rusak terimbas longsor,” ujarnya.
Pihaknya menyebut, pascakejadian petugas gabungan telah terjun ke lokasi untuk memberikan bantuan serta pembersihan material.
Baca Juga :Eks Bupati Nyoblos di Lapas Kelas IIB Tulungagung
Dalam kesempatan itu pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan apabila terjadi hujan disertai angin kencang.
“Selalu berhati-hati dan waspada, serta memantau perkembangan cuaca berkala,” pungkasnya.



















