Sementara itu, istri Slamet, Pujiati mengungkapkan, saat kejadian itu ia bersama anaknya berada ruang depan. Ia juga mengaku kaget saat material longsor menerjang rumahnya. Akibat kejadian itu ia tidak berani tinggal di rumah untuk mengantisipasi hal-hal tidak diinginkan.
“Ya takut, kalau malam nggak berani ke rumah. Sementara tinggalnya di rumahnya kakak saya,” tambahnya.
Warga lainnya, Rianto menuturkan jika peristiwa longsor sudah terjadi sebanyak dua kali. Meski tidak menyebabkan korban jiwa pihaknya berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah untuk mengatasi longsor. Warga ingin, ada pembangunan talud sebagai pengaman jalan.
Baca Juga :Kerap Mengamuk ODGJ di Tanjunganom Diantar Polisi Berobat
“Mohon dari instansi terkait ditindaklanjuti bantuan untuk pengaman jalan. Apalagi ini bangunan rumahnya juga terancam, kondisinya juga begini, mohon instansi terkait untuk peduli dengan adanya pembangunan talud,” tutupnya.



















