Baca Juga :Selama Akhir Pekan, Lalulintas di Nganjuk Dipantau Melalui CCTV
Menurut Ketua Bidang Pendidikan Pesantren Jatidiri Bangsa Indonesia Merajut Perdamaian Nusantara memang ada benang merah antara Kartini dengan harapan perdamaian dunia.
“Selama ini kalau kita memaknai perjuangan RA Kartini kan seakan hanya soal emansipasi wanita atau perjuangan beliau untuk kaum perempuan saja. Menurut kami bukan sekadar itu, coba cermati lagu Ibu Kita Kartini,” ujar Kushartono.
Katanya, dari judul lagunya saja sudah menunjukkan Kartini Ibu kita semua, bukan hanya Ibu para kaum wanita. Kemudian ditegaskan juga dalam syair lagu itu Kartini adalah pendekar bangsa, pembela bangsa bukan hanya pembela kaum wanita.
“Nah, semangat perjuangan, kecintaan dan keikhlasan RA Kartini ini layak diwarisi oleh semua anak bangsa, laki-laki maupun perempuan. Sementara semangat, cinta dan keikhlasan inilah modal utama perdamaian,” paparnya.
Baca Juga :K3I Region Jatim Gelar Kopdar Halalbihalal 2024
“Tanpa cinta mustahil ada perdamaian, tanpa semangat mustahil ada perjuangan dalam meraih perdamaian dan tanpa keihklasan perjuangan akan mudah dibelokkan,” sambungnya.
“Dan memang cinta, perjuangan dan keikhlasan simbolnya memang ibu. Jadi Ibu Kita Kartini adalah milik Indonesia untuk perdamaian Nusantara menuju perdamaian dunia,” ujar Kus Hartono.



















