Jombang, SEJAHTERA.CO – Seorang kepala dusun di Desa Kalangsemanding, Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang berinisial MAR, dilaporkan oleh warganya sendiri ke pihak berwajib. Ia diduga melakukan penipuan terkait sewa lahan bengkok milik desa.
Eko Utomo (51), warga Dusun Kalangan, menyampaikan bahwa peristiwa itu bermula pada awal November 2024. Kala itu, MAR mendatanginya untuk menawarkan dua bidang tanah bengkok yang disebut milik kasun dan bisa disewa secara tahunan.
“Waktu itu Pak Wo datang ke rumah, menawarkan tanah bengkok untuk disewa,” tutur Eko, Rabu (16/4/2025)
Baca Juga :Sambut Hari Kartini Situs Persada Soekarno Gelar Doa Bersama untuk Perdamaian Dunia
Tanah yang ditawarkan terdiri dari dua bagian, masing-masing seluas 300 meter persegi dan 500 meter persegi. Untuk lahan 300 meter, ditetapkan harga sewa Rp 17,4 juta untuk dua tahun.
Sedangkan lahan 500 meter ditawarkan seharga Rp 52,5 juta untuk lima tahun. “Dengan kesepakatan saya bisa mulai menanam pada musim tanam kemarau tahun 2025,” jelasnya.
Eko mengaku telah membayar lunas sewa tanah 300 meter senilai Rp17,4 juta. Sementara untuk tanah kedua, ia memberikan uang muka sebesar Rp25,5 juta. Total yang sudah dibayarkan mencapai Rp42,9 juta pada 8 November 2024, lengkap dengan kuitansi.
Namun, saat musim tanam tiba pada Februari 2025, Eko terkejut ketika menemukan lahan yang ia sewa masih ditanami oleh orang lain. Setelah ditelusuri, lahan tersebut ternyata juga disewakan kepada pihak lain.
Baca Juga :Anjasmoro Valley, Pilihan Wisata Alam Baru di Wonosalam Jombang, Ini yang Ditawarkan
“Ada warga sini dan juga dari luar desa yang menanami. Saya merasa sangat dirugikan,” keluhnya.
Ia sempat meminta penjelasan dari kasun maupun keluarganya, namun tidak mendapat solusi. Bahkan, janji pengembalian uang yang sempat disampaikan tak kunjung terealisasi.
“Katanya uang dikembalikan seminggu, tapi tidak ditepati. Akhirnya saya laporkan,” ujarnya.
Mediasi sempat dilakukan dan disepakati bahwa pengembalian uang akan dilakukan paling lambat 15 Februari 2025. Sayangnya, kesepakatan itu juga tak dipenuhi. “Karena tidak ada kejelasan, saya teruskan proses hukum ini,” tegas Eko.
Baca Juga :PAD Parkir Pasar Malam Ponorogo Tembus Rp70 Juta, Naik Nyaris 50 Persen Dibanding Tahun Lalu
Sayangnya saat dikonfirmasi terkait pelaporan warga terhadap dirinya melalui pesan singkat maupun melalui telepon WhatsApp-nya, Senin (21/4/2025) sekitar pukul 08.37 WIB, MAR belum memberikan respon meski nomor aktif.



















