Blitar, SEJAHTERA.CO – Jaksa terus menelusuri sejumlah aset para tersangka kasus mega korupsi proyek Dam Kalibentak di Desa Panggungrejo, Kecamatan Panggungrejo, Kabupaten Blitar.
Korps adhyaksa dari Kejaksaan Negeri Kabupaten Blitar atau Kejari Kabupaten Blitar menduga masih ada aset lain yang dibeli dari uang panas dugaan mega korupsi dari APBD 2023 itu.
Hal itu diungkapkan Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Kabupaten Blitar, Gede Willy. Dia mengakui meski sudah menyita lima aset milik Hari Budiono alias HB, mantan kepala bidang Sumber Daya Air DPUPR, Kabupaten Blitar pihaknya tak berpuas diri.
Jaksa terus menelusuri apakah ada aset lain. Termasuk aset milik empat tersangka lain. “Tetap kami akan menelusuri. Karena saat ini penyelidikan dan penyidikan terus berlangsung,” katanya, Jumat (13/6/2025).
Baca Juga :Kebakaran Toko Kosmetik di Pare, Kerugian Hampir Satu Miliar
Dia mengatakan, aset milik HB merupakan aset yang kali pertama disita di antara empat tersangka lain. Dan HB pula aset yang paling banyak disita.
Selain aset tanah dan bangunan senilai Rp4 miliar, sebelumnya juga sudah menyita barang bukti lain. Di antaranya kendaraan. Yakni sebanyak 28 kendaraan motor berbagai merek.
Motor-motor itu ada yang keluaran baru di antaranya Vespa GTS senilai Rp 60 juta, RX King hingga motor jadul. Seperti Honda Astrea Prima hingga Yamaha L-100 dan lain sebagainya.
Saking banyaknya motor yang disita, kejaksaan pun mendatangkan dua truk untuk mengangkut barang bukti ke kejaksaan.
Nah jaksa menduga ikut menikmati uang dengan cara membeli motor. Artinya menerima suap dan uangnya dibelikan sejumlah kendaraan bermotor.
Baca Juga :Desa Tulungrejo Kota Batu Jadi Desa Wisata Berkelanjutan Tingkat Internasional
Dia menambahkan, untuk aset tanah dan bangunan yang disita pada Kamis sore (12/6/2025) itu merupakan milik HB. Dalam penyelidikan diketahui, lima aset itu dibeli di rentang antara tahun 2023 dan 2024.
Untuk 1 aset dibeli pada 2023 dan empat aset lain dibeli pada 2024. Jaksa mencurigai, pembelian itu ada kaitannya dengan proyek Dam Kalibentak.
Pembelian pada 2023 itu, bertepatan dengan dimulainya pembangunan Dam Kalibentak yakni pada 2023 dan diresmikan Bupati Blitar Rini Syarifah pada akhir 2023.
Sementara empat aset lain dibeli pada 2024 atau hanya berselang beberapa bulan setelah proyek selesai. “Iya, dibeli rentang tahun 2023 dan 2024. Paling banyak tahun 2024,’ katanya.



















