Baca Juga :Sebanyak 376 Haji Jombang Kloter 19 Tiba, Dua Dilaporkan Wafat di Tanah Suci
Saat disinggung soal buku “Penjambung Lidah Rakjat Indonesia” karya Cindy Adams, yang menjadi salah satu rujukan utama sejarah Bung Karno, Roso Daras menilai penulis asal Amerika tersebut kurang jeli. Ia menyoroti fakta bahwa fase kehidupan Soekarno di Ploso dan Sidoarjo tak tercantum dalam buku tersebut.
“Padahal untuk menulis sosok besar sekelas Soekarno, semestinya harus teliti. Dalam dokumen foto yang ada, kita tahu beliau pernah berada di Jombang. Tapi fase itu justru dilewatkan, padahal penting dalam rangkaian sejarah hidupnya,” ungkap Roso.
Sebagai informasi, penulisan ulang sejarah Indonesia ini ditargetkan rampung pada Agustus 2025. Pemerintah akan melibatkan sejumlah sejarawan untuk memastikan prosesnya dilakukan secara akademis, menyeluruh, dan berbasis data.


















