Batu, SEJAHTERA.CO – Pemerintah Kota Batu mulai tancap gas melakukan pembenahan sistem pengelolaan sampah secara menyeluruh.
Lewat program Local Service Delivery Improvement Project (LSDP) yang menggandeng Bank Dunia, Kota Batu membidik target ambisius sebagai Zero Waste City.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu, Dian Fachroni menegaskan, strategi utama yang diterapkan dalam program ini adalah memperkuat pengelolaan sampah dari hulu atau sumbernya.
“Kalau dari hulu sudah tertangani, otomatis yang masuk ke TPA akan jauh berkurang,” jelasnya, Rabu (29/4/2026).
Program ini tak main-main. Selain telah mengantongi persetujuan kepala daerah dan DPRD, Pemkot Batu juga harus menyiapkan dana pendamping sekitar Rp20 hingga Rp25 miliar per tahun sebagai syarat mendapatkan hibah dari Bank Dunia.
Baca Juga :Langgar Marka Jalan, Bus Vs Truk Adu Banteng di Tulungagung, Dua Kendaraan Ringsek
Bahkan, nilai proposal proyek diminta naik dari Rp67 miliar menjadi minimal Rp100 miliar. Hal ini dilakukan agar seluruh kebutuhan pengembangan infrastruktur dan operasional bisa berjalan maksimal dan berkelanjutan.
Di sektor hulu, Pemkot Batu berencana membangun tiga TPS3R komunal baru pada 2027, masing-masing berada di Kelurahan Sisir, Temas, dan kawasan Pasar Induk Among Tani. Setiap fasilitas ditargetkan mampu mengolah hingga 10 ton sampah per hari.



















