Tulungagung, SEJAHTERA.CO – Hasil produksi beras secara nasional menunjukkan tren positif, salah satunya di Kabupaten Tulungagung yang pada bulan ini saja diproyeksikan akan ada 94.640,4 ton beras siap panen.
Kondisi ini menyebabkan seluruh gudang penyimpanan beras di wilayah Kabupaten Tulungagung penuh, sehingga memerlukan tambahan gudang untuk menampung serapan beras sepanjang tahun 2026.
Anggota Komisi VI DPR RI, Anggia Erma Rini mengatakan, pihaknya mengakui jika produksi padi di wilayah Kabupaten Tulungagung yang dinilai bagus yang bahkan tingkat rendemennya juga paling bagus di Jawa Timur.
Pada bulan April 2026, padi yang siap dipanen di Kabupaten Tulungagung mencapai sebanyak 94.640 ton dari total luas lahan seluas 13.716 hektare.
Hasil produksi padi yang melimpah di Kabupaten Tulungagung turut membuat Perum Bulog memiliki stok beras yang sangat melimpah hingga perlu menambah ketersediaan gudang penyimpanan.
Baca Juga :Petani Cabai Kediri Keluhkan Naiknya Harga Plastik Mulsa
Mengingat gudang penyimpanan ini tidak hanya untuk menyimpang serapan beras, namun juga untuk menyimpan hasil serapan jagung.
“Perum Bulog memiliki stok beras yang sangat melimpah sekali, bahkan gudangnya kurang. Hal ini membanggakan bagi kita semuanya,” kata Anggia Erma Rini, Selasa (28/4/2026).
Sementara itu, Direktur Pengadaan Perum Bulog, Prihasto Setyanto mengatakan, di Jawa Timur saja, stok jagung yang dimiliki Perum Bulog mencapai sebanyak 55 ribu ton.
Jumlah stok itu tentunya akan terus bertambah, mengingat pihaknya juga mendapat penugasan untuk melakukan penyerapan terhadap hasil panen jagung hingga 1 juta ton secara nasional.



















