Pakde Panggah tokoh masyarakat Desa Menang mengatakan, gadis-gadis penari tabur bunga tersebut warga Desa Menang yang usianya masih di bawah 10 tahun.
Ada 16 anak yang menari dan prosesi ritual tabur bunga di Sendang Tirto Kamandanu dipahami oleh mereka.
“Setiap bulan Suro berganti penarinya dan masih siswa SD dan belum datang bulan. Ini sudah berlaku lama dan tidak boleh dilanggar. Mereka memahami prosesi itu dengan adat kesantunan yang tinggi.
Baca Juga :Bulan Suro dan Liburan Panjang, Pengunjung Pamuksan Sri Aji Jayabaya Membludak
“Demikian juga dengan warga yang berkunjung di Tirto Kamandanu senantiasa bersikap sewajarnya, penuh tata krama dan ikuti aturan yang ada,” sambungnya.



















