Seperti pembangunan paving, gerbang gapura masuk kelurahan, irigasi. Sementara 30 persen untuk pembinaan. Seperti pelatihan membuat kue, pelatihan las dan lain sebagainya.
Baca Juga :Atlet Kota Kediri Kantongi Ratusan Medali, Walikota Vinanda: Mereka Berkualitas!
Tetapi pada tahun ini porsi pembagian dana, tergantung pada potensi di RT masing-masing.
“Karena memang setiap RT potensinya beda-beda. Itu yang menjadi pertimbangan,” katanya.
Pemkot Blitar berharap dengan perubahan porsi pembagian itu, setidaknya potensi masyarakat di RT bisa tergarap dengan maksimal.
Artinya, tidak setengah-setengah. Pasalnya, sesuai dengan tujuan awal, penggelontoran dana untuk setiap RT juga untuk menjadikan perangkat paling bawah di kelurahan itu benar-benar tergarap dan berdaya.
Baca Juga :Korsleting Kulkas saat Ditinggal Salat Subuh, Dua Rumah di Nganjuk Terbakar
“Salah satu tujuannya, agar RT semakin Sejahtera juga,” katanya.



















