Menurut sejarah, TGP sendiri merupakan organisasi militer resmi binaan angkatan bersenjata Indonesia pada masa itu masih bernama Tentara Keselamatan Rakyat (TKR).
TGP diresmikan 7 Januari 1946 menggantikan Tentara Keamanan Rakyat pada masa perang mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.
Peran TGP sendiri tidak boleh dianggap remeh meskipun umur anggota-anggotanya belasan tahun dan masih berstatus pelajar. Mereka memiliki keterampilan khusus yang diterapkan saat perang meletus di Blitar.
Berbeda dengan TRIP (Tentara Republik Indonesia Pelajar), maupun Tentara Pelajar (TP) yang kemampuannya bersifat umum, TGP diisi oleh pelajar-pelajar dari sekolah kejuruan teknik.
Baca Juga :Korsleting Kulkas saat Ditinggal Salat Subuh, Dua Rumah di Nganjuk Terbakar
Keahlian-keahlian khusus yang mereka miliki adalah, membuat jebakan, merakit bahan peledak untuk kemudian memasang dan meledakkannya.
Mereka juga terampil dalam melakukan pekerjaan-pekerjaan konstruksi (misalkan membangun jembatan darurat).
Tidak hanya itu saja, anak-anak muda ini mampu memproduksi senjata maupun granat yang bahan-bahannya diambil dari bom-bom Belanda yang gagal meledak. (ziz)



















