Blitar, SEJAHTERA.CO – Pascaberhasil menangkap terduga pelaku pembunuhan Dita Oktavia (20) warga Desa Punjul, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri yang jasadnya dibuang di pinggir jalan, polisi terus berusaha mengungkap apakah ada motif lain.
Untuk sementara yang sudah pasti, MCH (28), warga Plosoklaten, Kabupaten Kediri itu nekat menghabisi nyawa korban karena cemburu usai melihat isi pesan mesra di ponsel korban.
Hal itu diungkapkan Wakapolres Blitar Kompol Fadillah Langko Panara. Dia mengakui hasil pemeriksaan sementara motif pembunuhan karena motif asmara.
Hingga akhirnya nekat untuk mengakhiri hidup kekasih dan berujung dibuang di Jalan Raya Desa Popoh, Kecamatan Selopuro, Kabupaten Blitar.
Baca Juga :Mas Dhito Pastikan Pembangunan Stadion GDJ Selesai 2027, Ini Tahapannya
Pelaku tak terima usai pacarnya berhubungan mesra dengan korban yang juga pemandu lagu di kafe itu. “Sementara masih motif asmara dan sakit hati. Tetapi kami masih menyelidiki apakah ada motif lain,” katanya, Rabu (9/7/2025).
Dia pun merunut kronologi hingga akhirnya terjadi peristiwa fatal itu. Petaka berawal ketika pelaku menjemput korban di warung atau kafe. Saat itu menggunakan atau naik motor Honda Beat warna hitam Nopol AG 6187 EBB.
Keduanya pun keliling dari Kediri hingga akhirnya motor mengarah ke Blitar. Bahkan sebelum petaka, korban dan pelaku sempat jalan-jalan menonton pertunjukan karnaval di Nganjuk.
Usai menonton kembali keliling menggunakan atau naik motor. Selama perjalanan itu benih-benih pertengkaran akhirnya muncul. Hingga puncaknya keduanya terlibat pertengkaran hebat.
Pertengkaran itu bukan hanya di atas motor tetapi juga sempat berhenti di sebuah tempat. Selama perjalanan itu korban mendapat penganiayaan dari pelaku.
Baca Juga :Jumlah dan Anggaran Kecil, Atlet Kediri Tampil Spartan di Porprov Jatim IX 2025
Sejumlah pukulan pun mendarat di wajah korban. Tak hanya itu, bagian kepala belakang juga tak luput dari pukulan.
Bekas pukulan itu persis seperti kali pertama polisi menemukan jasad di Jalan Raya Popoh. Wajah bagian atas dan bawah mata lebam. Karena penganiayaan itu, akhirnya korban tak berdaya lemas hingga akhirnya sempat pingsan.



















