Baca Juga :Polres Jombang Tanam Jagung Serentak Satu Juta Hektare, Dukung Swasembada Pangan Nasional
Subkhi pun menyebut jika awalnya hama wereng menyerang pangkal batang. Lama kelamaan, menghisap batang, hingga tanaman yang sebelumnya berwarna hijau segar berubah menjadi cokelat lalu mati dan siklus tersebut selalu berulang.
“Kalau lambat penanganannya ya akhirnya tanaman nggak bisa diselamatkan, padinya rusak, layu lalu mati,” jelasnya.
Ia berharap pemerintah dalam hal ini dinas terkait segera memberikan solusi dengan pemberian pestisida yang merata. Sebab jika tidak segera diatasi, ia khawatir berdampak pada hasil panen daerah.
“Karena ini merata, tidak hanya disini, semuanya kena. Tinggal kebijakannya seperti apa dari pemerintah karena ini menyangkut stok pangan nasional,” imbuhnya.
Baca Juga :Ngebut di Jalan Bulak Sawah Sragi Talun Blitar, Pemotor Tewas Usai Tabrak Plontho
Sementara itu, petani lainnya, Junaidi menegaskan, jika hama wereng itu merata dialami petani. Kemungkinan wabah tersebut terjadi karena faktor cuaca.
“Kalau hama wereng itu beda sama belalang, besuk-besuk disemprot nggak apa-apa, tapi kalau penyemprotan hama wereng kok ditunda, ya sudah bisa selesai,” ujarnya.



















