Sebelumnya, kejaksaan akhirnya memanggil mantan Bupati Blitar Rini Syarifah. Hanya saja, pemanggilan kali kedua ini statusnya masih sebatas saksi.
Rini Syarifah dipanggil untuk melengkapi berkas pemeriksaan lima tersangka yang sudah dijebloskan ke penjara.
Kejaksaan perlu untuk memanggil dengan harapan agar berkas pemeriksaan kelar sesuai dengan rencana Rini Syarifah dicerca sedikitnya 30 pertanyaan.
Baca Juga :Kemenag Lantik Ketua Umum Forum Majlis Taklim Kabupaten Kediri, Gus Riza Siap Bersinergi Pemerintah
Pertanyaan itu berkutat pada proyek Dam Kalibentak. Di antaranya mulai penganggaran, pelaksanaan hingga pengawasan. Karena sebagai kepala daerah, setidaknya mengetahui tentang pelaksanaan anggaran.
Seperti diketahui, kejaksaan tengah mengusut kasus dugaan korupsi Dam Kalibentak di Desa Panggungrejo, Kecamatan Panggungrejo, Kabupaten Blitar.
Proyek itu di bawah penanganan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Blitar pada 2023 lalu. Pembangunan proyek itu menghabiskan dana Rp4,9 miliar yang berasal dari dana alokasi umum atau DAU.
Pembangunan Dam Kalibentak sendiri dikerjakan pada 2023 lalu. Usai selesai, Bupati Rini Syarifah pun meresmikan pada 13 Desember 2023 lalu. Sementara Pembangunan dilakukan 161 kalender dengan dana Rp4,9 miliar.
Jaksa mengusut dugaan korupsi, karena ada yang tak beres dalam pelaksanaanya. Mulai dari spesifikasi pembangunan, perencanaan hingga pelaksanaan di lapangan.
Baca Juga :Diserang Hama Wereng, Kerugian Petani Kepanjen Nganjuk Mencapai 80 Persen
Pada Maret lalu, pihak yang mulai dilakukan penahanan adalah swasta atau penggarap proyek pada 2023 lalu itu. Yakni Yakni berinisial MB alias M. Bahweni selaku Direktur CV Cipta Graha Pratama, penggarap proyek.
Menyusul kemudian MID yang menjabat sebagai admin CV Cipta Graha Pratama. Disusul kemudian Heri Susanto alias HS sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Blitar.
Selanjutnya, Hari Budiono (HB) Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Blitar.
Terakhir adalah anggota TP2ID yang juga kakak kandung mantan Bupati Blitar Rini Syarifah, Muhammad Muchlison alias Gus Ison.



















