Lebih lanjut, pembangunan Mal UMKM ini diprediksi tidak bisa direalisasikan pada 2-25 ini. Politisi PKB tersebut menyebut tahapan saat ini masih dalam proses perencanaan dan penyusunan desain.
“Belum kalau tahun ini. Perencanaannya masih disiapkan,” tambahnya.
Sebagai informasi, gagasan pendirian Mal UMKM telah masuk dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Batu tahun 2025–2030.
Wacana ini juga dibahas dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) pada Maret 2025 lalu.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (Diskumperindag) Kota Batu, Aries Setiawan, menegaskan bahwa pendirian Mal UMKM merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat daya tahan sektor UMKM di tengah ketidakpastian ekonomi.
Baca Juga :Hama Wereng Menyerang, Tidak Disangka Ini yang Petani di Ponorogo
“Selain pembangunan mal UMKM, kami juga terus jalankan program pendampingan, fasilitasi akses permodalan, dan pelatihan kewirausahaan,” ujarnya.
Aries menjelaskan, berdasarkan data Diskumperindag, pertumbuhan sektor UMKM di Kota Batu pada 2023 mencapai 28 persen.
Jumlah UMKM meningkat dari 5.900 unit menjadi 7.552 unit pada tahun 2024. Sebagian besar UMKM tersebut bergerak di sektor makanan dan minuman.
Baca Juga :Ngebut di Jalan Bulak Sawah Sragi Talun Blitar, Pemotor Tewas Usai Tabrak Plontho
“Peningkatan ini menunjukkan tingginya minat masyarakat untuk berwirausaha dan efektivitas program pengembangan yang telah dijalankan pemerintah daerah,” tegasnya.



















