“Penanganannya sudah selesai. Setelah acara wayangan selesai, kami akan pertemukan semua pihak terkait, termasuk RT, RW, dan panitia untuk mencari solusi terbaik,” ujar Siswanto, Senin (14/7/2025).
Rangkaian acara Bersih Desa tahun ini mencakup dua agenda besar: pawai budaya di sepanjang Jalan Raya Mulyorejo pada Minggu (13/7/2025), serta pertunjukan ludruk Kartolo Cs dan wayang kulit yang dijadwalkan berlangsung pada Selasa malam (15/7/2025).
Baca Juga :Peserta JKN Capai 278 Juta, BPJS Kesehatan Perkuat Layanan Digital dan Jangkau Daerah Terpencil
Terkait penyebab kericuhan, Siswanto tidak menampik bahwa suara sound system yang terlalu keras menjadi pemicu utama. “Sudah kami imbau sebelumnya agar jangan dibunyikan keras-keras, apalagi di depan rumah warga,” jelasnya.
Sementara itu, Polresta Malang Kota turut turun tangan mengamankan situasi. Kasihumas Polresta Malang Kota, Ipda Yudi Rusdiyanto, mengatakan pihaknya sudah melakukan penanganan awal dan kini masih mendalami kronologi lengkap insiden tersebut.
“Penanganannya sudah dilakukan. Untuk kronologi lengkapnya masih dalam proses, nanti kami update,” kata Yudi singkat.
Baca Juga :Operasi Patuh Semeru 2025 di Kabupaten Kediri Digelar 14 Hari, Ini Fokus Penindakannya
Hingga kini, video keributan di karnaval tersebut masih ramai dibicarakan di media sosial. Banyak warganet yang menyoroti penggunaan sound system berlebihan dalam acara publik dan berharap panitia lebih bijak dalam pengaturannya agar tidak mengganggu lingkungan sekitar.



















