Jombang, SEJAHTERA.CO – Regu Pengendali Hama (RPH) Desa Kendalsari, Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang, mencatat prestasi membanggakan dengan berhasil menembus dua besar dalam penilaian program Sarana Akselerasi Klaster Agribisnis (SAKA) Jatim 2025 yang digelar oleh Bank Indonesia Wilayah Jawa Timur untuk klaster padi.
Keberhasilan ini tak lepas dari upaya kolektif petani Kendalsari dalam mengatasi serangan hama tikus yang sempat melanda desa tersebut selama tiga tahun berturut-turut.
Sejak 2020 hingga 2022, petani setempat mengalami gagal panen akibat serangan tikus.
Baca Juga :SDN V Banjaran Meriahkan APEKSI 2025 di Balai Kota Kediri, Dua Siswa Ikut Lomba Menggambar
Namun, sejak awal 2023, melalui gerakan pengendalian terpadu bersama Dinas Pertanian, PPL-POPT, pemerintah desa dan masyarakat, serangan tikus dapat dikendalikan dan panen pun kembali berhasil.
Tak hanya itu, petani Kendalsari juga mulai menerapkan prinsip Budidaya Tanaman Sehat yang ramah lingkungan.
Mereka memproduksi pupuk organik, pestisida nabati, dan agen hayati secara mandiri menggunakan bahan lokal. Hasilnya, biaya produksi menjadi lebih efisien dan hasil panen meningkat.



















