Menurutnya, dugaan perundungan bermula dari cekcok antar siswa yang berujung pengeroyokan. Pada Sabtu (19/7/2025), mediasi lanjutan digelar di rumah salah satu pelaku, yang turut dihadiri perangkat desa.
“Sebagian besar siswa yang terlibat ini berasal dari satu desa atau satu kampung, jadi pendekatan kekeluargaan kami rasa paling memungkinkan untuk menyelesaikan konflik ini,” lanjutnya.
Meskipun demikian, sejumlah wali murid sepakat agar tetap dilakukan pembinaan terhadap siswa yang terlibat. Bentuk pembinaan ini akan dilakukan oleh pihak sekolah sebagai bagian dari langkah pencegahan.
Baca Juga :Kapolres Madiun Kota Beri Apresiasi dan Penekanan Penting saat Apel Jam Pimpinan, ini Pesannya
“Mudah-mudahan masalah ini bisa segera selesai, karena ini menyangkut masa depan anak-anak,” pungkas Adi.



















