Penyeberangan ini menjadi jalur penting yang menghubungkan warga dan personel Satgas TMMD menuju lokasi sasaran kegiatan, terutama bagi anggota TNI yang berasal dari luar Kecamatan Kudu dan Ngusikan.
Menurut Koptu Dwi, anggota Koramil 02/Diwek yang tergabung dalam Satgas TMMD, penyeberangan sungai menjadi opsi tercepat menuju lokasi.
“Untuk mempersingkat waktu perjalanan ke lokasi kegiatan, banyak personel memilih naik perahu pagi dan sore hari,” katanya, dalam keterangan tertulis, Selasa (5/8/2025).
BACA JUGA : Empat Tahun, Pemkot Blitar Bangun Tujuh Perlintasan Kereta Api Berpalang Pintu
TMMD ke-125 tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik seperti jalan dan jembatan, tetapi juga menggerakkan ekonomi warga sekitar. Kehadiran Satgas dan mobilitas mereka memberi efek domino terhadap sektor jasa, termasuk transportasi lokal.



















