“Kesempatan magang ke Jepang adalah jalan emas bagi anak anak muda Ponorogo untuk menimba ilmu, menambah pengalaman dan membawa pulang semangat disiplin dan etos kerja,” tandasnya.
Sementara itu, Ketua Umum Ikapeksi, Pranyoto Widodo menambahkan program Seleksi Magang Jepang Rekrutmen Terpadu (SMART) tersebut juga dilaksanakan di berbagai daerah.
Terlebih saat ini Jepang sedang kekurangan pekerja di sektor informal sehingga ini menjadi kesempatan emas bagi para pemuda di Indonesia.
“Hari ada sekitar 190 pemuda yang ikut pelatihan. Harapannya minimal 60 persen bisa lolos seleksi dan bisa berangkat ke Jepang dan ini gratis,” imbuhnya.
Tak hanya peningkatan profesionalitas, dalam pelatihan tersebut pihaknya juga mengingatkan agar menjaga nama baik Indonesia ketika nanti berada di Jepang. Pun, ia memastikan isu pemboikotan pekerja Indonesia adalah hoax.
“Saya pastikan tidak ada pemboikotan. Kesempatan magang di Jepang masih terbuka lebar tapi kita juga ingatkan untuk menjaga nama baik Indonesia,” pungkasnya.



















