Setelah pembersihan tuntas, pemerintah akan menunggu hasil asesmen sebelum memutuskan langkah perbaikan atau relokasi.
“Jika memang membahayakan dan rawan longsor susulan, tentu kami akan mempertimbangkan opsi relokasi,” tegas Bupati.
Diketahui sebelumnya, longsor yang menerjang SDN 2 Kradinan tidak hanya merusak bangunan sekolah, tetapi juga membuat proses belajar terganggu.
Baca Juga :Tradisi Methik Pari di Ponorogo, Warga Glinggang Bawa 200 Tumpeng Syukuran Panen Raya
Meski begitu, pihak sekolah tetap melaksanakan pembelajaran dengan penyesuaian, termasuk sistem daring untuk siswa kelas 1 dan 2.



















