“Sebagai bentuk pelayanan, massa aksi juga diberikan makanan dan minuman oleh petugas. Hal ini bertujuan untuk menjaga kondisi peserta aksi tetap sehat, serta menunjukkan bahwa Polri hadir tidak hanya dalam aspek pengamanan, tetapi juga mengedepankan sisi kemanusiaan,” kata Kapolres Blitar.
Sementara itu, demo yang dimulai pukul 10.00 itu massa menyampaikan tuntutan. Di antaranya membentuk Badan Reformasi Agraria yang diketuai oleh Presiden RI, menuntaskan permasalahan agraria di wilayah Kabupaten Blitar, menyelesaikan konflik pertanahan di wilayah Kabupaten Blitar.
Ada juga menolak adanya “Bank Tanah”, menghapus praktik monopoli yang dinilai masih terlalu pasif di negeri, perlindungan terhadap reformasi agraria. Terakhir mendesak Bupati Blitar agar segera menindaklanjuti konflik agraria.
Baca Juga Kodim 0814 Jombang dan Polisi Militer Periksa Kendaraan Dinas dan Pribadi Anggota
Situasi semakin kondusif ketika Bupati Blitar bersama unsur terkait berkenan menemui langsung massa aksi. Dialog antara peserta aksi dan pemerintah daerah berjalan dengan baik. Sehingga aspirasi yang disampaikan dapat diterima dan ditindaklanjuti.
Kapolres Blitar menyampaikan bahwa pihak kepolisian berkomitmen untuk memberikan ruang penyampaian aspirasi masyarakat dengan aman, tertib, dan damai, serta memastikan situasi tetap kondusif.



















