Langkah ini untuk mencegah pengguna jalan, khususnya dari luar daerah, diarahkan melewati jalur berbahaya tersebut.
“Kami minta jalur ini tidak lagi muncul sebagai jalur alternatif di Google Maps karena banyak pengguna luar kota yang tidak mengenal kontur jalan,” jelasnya.
Untuk penanganan jangka pendek, Pemkot Batu akan menambahkan pasir dan sekam di beberapa lajur jalan agar permukaan lebih lentur dan mengurangi risiko kecelakaan.
Treatment pengamanan tambahan juga akan dilakukan di lajur tertentu dalam waktu satu hingga dua hari ke depan.
Sementara untuk jangka panjang, Pemkot Batu akan melakukan kajian pembangunan trase baru dengan lengkungan yang lebih aman.
Mengingat kawasan tersebut masih termasuk wilayah kehutanan, koordinasi dengan Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur akan dilakukan.
“Kajian trase baru akan kami lakukan segera, dengan target selesai pada 2026 agar solusi permanen bisa direalisasikan,” tambah Nurochman.
Ia mengimbau masyarakat untuk sementara tidak menggunakan Jalan Rajekwesi atau jalur tanjakan Klemuk demi keselamatan bersama.
“Keselamatan masyarakat menjadi prioritas. Kami mohon kebijakan ini dipatuhi,” tegasnya.



















